Jumat, 24 April 2015

AKU HAMIL!




Hah masak calon nenek hamil?
Enggak kok, ini cerita masa lalu. Karena sekarang ingin cucu, jadi pengin upload tulisan ini. Yuuk simak ya...

Beberapa bulan setelah menikah, saya terlambat haid.  Sejak tiga hari sebelumnya pun saya telah merasa masuk angin, barangkali ini diantara tanda-tanda kehamilan. Segera saja saya cari buku-buku dan majalah referensi kehamilan untuk mencari tahu seputar kehamilan. Alhamdulillah,  ternyata saya termasuk calon ibu yang segera mengetahui awal kehamilannya. Beberapa ibu terlambat mengetahui kehamilan bahkan ada yang sampai 4 bulan baru nyadar. Wakaka...

TANDA-TANDA AWAL

Jika anda  wanita usia subur yang bersuami, dengan siklus haid yang teratur, sedang tidak menggunakan kontrasepsi  maka ketika mengalami keterlambatan haid, patut mengira mulai hamil. Kalau enggak suami dan perempuan baik-baik, terlambat haid berarti waspada gangguan hormonal atau peranakan yeah...


Diantara tanda-tanda awal kehamilan adalah :
1.     Berhentinya haid
2.     Munculnya rasa mual-mual atau muntah.
3.     Tidak enak badan seperti masuk angin, pusing-pusing, lesu dan mudah capek.
Ketika tanda-tanda tersebut menghampiri anda, maka segeralah memastikan kehamilan anda.

Beberapa orang yang haidnya tidak teratur kadang kesulitan mengenali tanda-tanda awal jika keluhan-keluhan kedua dan ketiga sering juga dialami pada masa tidak hamil. Seorang ibu yang memiliki penyakit saluran pencernaan, pernah operasi, dan terbiasa mual ketika penyakitnya kambuh, menceritakan pengalamannya saat terlambat mengetahui kehamilannya.

 “ Saya tidak mengira kalau mual-mual yang saya alami itu tanda-tanda kehamilan, walaupun secara umum saya mengetahui gejala-gejala kehamilan dari buku-buku. Setelah 8 minggu gerakan saya semakin lamban dan wajah saya semakin pucat,  teman-teman menduga saya hamil, barulah  saya memastikan ke dokter “

Beruntunglah ibu tersebut mengalami kehamilan yang normal, sehingga terlambat menyadari tidak membawa dampak buruk. Kebetulan ia juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan janinnya, seperti olah raga berat atau minum obat tanpa petunjuk dokter.

Seorang ibu yang lain tengah menyusui anak pertamanya, belum pernah haid sejak melahirkan, tiba-tiba saja ia menyadari perutnya membesar dan ada sesuatu yang bergerak di dalamnya. Barulah ia menyadari bahwa beberapa bulan terakhir ia sering masuk angin, dikarenakan ia tengah  melalui kehamilannya yang kedua. Tidak disangka memang sebab bayi pertamanya baru berumur 10 bulan !

TES KEHAMILAN

Wanita hamil mengalami banyak perubahan dalam dirinya diantaranya perubahan hormonal. Tes  kehamilan dilakukan dengan mendeteksi kandungan hCG yang terdapat dalam urin. Apa itu hCG ? Human Chorionic Gonadotrophine Hormon (hCG) adalah hormon khas kehamilan yang ditemukan dalam darah dan urin. Hormon ini dibentuk oleh trofoblas dan berfungsi mempertahankan corpus luteum yang membuat estrogen, progesteron dan plasenta terbentuk sepenuhnya. Trofoblas adalah lapisan jaringan bagian luar janin yang terbentuk pada awal pertumbuhan janin dan plasenta. Adapun corpus luteum adalah jaringan berwarna kuning dalam indung telur yang terbentuk ketika indung telur baru saja melepaskan sel telur.

Dewasa ini hCG tes dapat diperoleh dengan mudah di apotek, toko obat atau bahkan supermarket, sehingga anda dapat melakukan tes kehamilan kapanpun membutuhkan. Sensitifitas hCG test bermacam-macam. Yang sangat peka bahkan bisa mendeteksi kehamilan sepekan setelah terjadi pembuahan. Ketika itu mungkin anda belum terlambat haid! Anda pun dapat melakukan tes kehamilan di tempat dokter, bidan atau tempat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, RS, Klinik atau juga di Laboratorim klinik.

Bagaimana cara melakukan tes urin sendiri ?
Ada cerita menarik dari seorang ibu muda yang membeli hCG Tes. Setelah dicelupkan ke urin, tanda strip merah tidak segera muncul. Karena bingung, direndamnya seluruh bagian stik tes tersebut. Akibatnya tanda yang diharapkan tidak muncul sama sekali. Tetap saja ia tidak bisa membaca hasilnya!

            Apakah memang sulit ? Sebenarnya tidak asal anda betul membaca petunjuknya, betul dalam pencelupan dan  harus diingat, jangan membeli hCG tes yang kadaluwarsa. Secara umum petunjuknya sbb : Ambil stik tes, masukkan dalam urin sedalam kurang lebih 1 cm, tunggu 10 menit, ambil dan perhatikan. Tanda satu strip merah artinya tes negative, dan anda belum atau tidak hamil. Adapun tanda strip merah dua, artinya positif, anda hamil. Ingat jangan terbalik mencelupkannya dan jangan terlalu dalam. cukup 1 cm saja.

Waktu yang baik untuk melakukan tes adalah sepuluh hari setelah terlambat haid. Pada saat itu kadar hCG sudah cukup untuk dideteksi. Ambilah urin pagi hari selepas bangun tidur dan sebelum minum apapun. Aktivitas minum dapat mengencerkan urin dan mempengaruhi kadar hCG.

HARUSKAH MEMASTIKAN KE DOKTER ?
           
“ Saya sudah memastikan sendiri kehamilan saya, apakah saya tetap harus ke dokter?” Pertanyaan demikian mungkin muncul di benak anda.  
           
Cepat atau lambat, ibu hamil harus memeriksakan kehamilanya pada dokter atau bidan. Idealnya seorang wanita hamil memeriksakan diri ke dokter atau bidan ketika haidnya terlambat paling tidak satu bukan. Kalau anda terlambat haid dan hasil tes masih juga negatif, anda akan tahu lebih jauh sebab-sebab keterlambatan haid. Mungkin kehamilannya belum terdeteksi atau ada gangguan pada organ reproduksi anda sehingga terganggu siklus haidnya, atau sebab-sebab lain.

Demikian pula ketika hasil tes urin positif. Hasil positif yang diperoleh tidak identik dengan kehamilan normal. Hamil di luar kandungan dan hamil anggur juga menunjukkan hasil yang kurang lebih sama dengan kehamilan normal. Deteksi dini kehamilan yang abnormal akan memudahkan penanggulangannya. Maka periksakan kehamilan anda pada tenaga medis yang berwenang, dokter atau bidan. Bila anda hamil untuk pertama kali, nasehat-nasehat mereka akan sangat bermanfaat bagi anda dan calon buah hati anda. Dokter atau bidan juga akan menyarankan pemeriksaan USG bilamana perlu.

Berapa kali memeriksakan diri selama kehamilan ?

Idealnya setiap bulan satu kali secara rutin hingga bulan ke tujuh. Selanjutnya   dua minggu sekali dan setelah sembilan bulan  sebaiknya seminggu sekali. Saat memeriksakan diri akan dilihat apakah pembesaran rahim dan janin sesuai bulannya. Juga dipantau pertambahan berat badan dan kondisi tekanan darah ibu hamil. Posisi janin, dan denyut jantungnya juga akan diperiksa. Andapun akan mendapat obat-obatan yang diperlukan maupun suplemen obat yang sesuai. Pada kehamilan dengan keluhan-keluhan khusus, akan mendapatkan penanganan dan pemantauan hasilnya. Pada sebagian ibu yang telah berpengalaman dan kehamilannya normal paling tidak empat kali memeriksakan diri selama kehamilan.

Satu hal lagi, anda mungkin memerlukan suntikan anti tetanus, tanyakan pada dokter atau bidan kapan saat yang tepat. Vaksinasi ini bermanfaat untuk mencegah anda atau bayi anda terinfeksi tetanus terutama pada saat proses persalinan.

Bagaimana menghitung usia kehamilan?

Besok deh bersambung saja...

1 komentar: